You called it life, for me, it’s bullshit..

Bad day huh? For me? Yes.. It feels like eat your own shit..
Beberapa hari belakangan ini gw mengalami kejadian2 aneh di kehidupan sehari2.. Sampai akhirnya gw berpikir, ini gw yang gila atau orang2 sih?
Whatever lah ya.. Tapi akhirnya gw bisa menarik kesimpulan tentang kehidupan orang2 yang dibilang umat akhir jaman..

Gw hidup di jaman ketika kebanyakan orang men-Tuhan-kan gengsi..
Gw hidup di jaman ketika pertemanan hanya sekedar basa-basi..
Gw hidup di jaman ketika dukun dipuja2 layaknya Tuhan..
Gw hidup di jaman ketika orang yang terlihat islami sekali, ternyata maniak wanita..
Gw hidup di jaman ketika pertolongan harus dibeli dengan uang..
Gw hidup di jaman ketika masalah sepele bisa berujung ke pembunuhan..
Gw hidup di jaman ketika munafik menjadi sebuah kewajaran..
Gw hidup di jaman ketika agama menjadi Tuhan bagi beberapa orang..
Gw hidup di jaman ketika harga diri cuma sebuah label harga..
Gw hidup di jaman ketika penjara berbentuk seperti hotel bintang 5..
Gw hidup di jaman ketika sex menjadi sebuah keharusan bagi mereka yang berpacaran..
Gw hidup di jaman ketika  seekor anjing lebih setia dibanding seorang sahabat (manusia)..
Gw hidup di jaman ketika mereka mereka yang cukup lebih sombong daripada mereka yang kaya..
Gw hidup di jaman ketika mereka yang ditugaskan memberantas, justru malah menjadi sarang objek tersebut..
Gw hidup di jaman ketika seorang keluarga meninggalkan anggota keluarga lain karena uang..

Jadi gitulah kira2 kesimpulannya.. yang harus dilakukan? Kaya lagu paramore anklebitters aja sih.. fall in love with yourself, because someday you’re gonna be the only one you’ve got.. ­čÖé

Sir Alex Ferguson.. Terima Kasih..

Rabu sore, WIB tentu saja, salah satu manusia favorit gw yg masih hidup memutuskan untuk berhenti menjadi manager United. Waktu itu gw masih di kantor, hampir seharian ga buka twitter, dan sekalinya buka media sosial itu membaca kabar buruk itu. Gw cuma diem, ga percaya, dan merasa ada yang hilang. Pertanyaan pertama yg ada di otak gw yaitu “apa jadinya United tanpa SAF?” Ah peduli setan, United bakal menemui caranya sendiri untuk tetap sukses. Di lain sisi ada perasaan senang, karena SAF sudah seharusnya untuk pensiun. Boring play, terlalu bermain aman, jarang ada magical moment, itu alesan gw mau SAF pensiun. Tapi seandainya sebenci2nya lo sama pacar lo, sewaktu ditinggal pasti galau juga.. (oh shit..).

1998, ya 15 tahun lalu gw baru tahu SAF. Pelatih yg saat itumempunyai cara dan waktunya sendiri untuk bisa membuat United meraih kemenangan. Hairdryer treatment, Fergie time, Buble gum, bullying the Referee, konfrontasi dengan media, FA atau pelatih lain udah jadi bahan berita buat gw yang termasuk fans United.

image

Gw ga akan ngebahas gimana SAF di awal karirnya menjadi Manager United, bagaimana dia menciptakan anak2 muda berbakat yg bisa menjadi juara, bagaimana dia bisa memiliki 49 thropies di seoanjang karirnya, bagaimana dia bisa mengusir Van Nistelrooy, Beckham, Ince, Stam dan banyak pemain lainnya,bagaimana dia bisa meyakinkan Direksi2 United untuk tidak memecatnya pada 1990, bagaimana dia marah2 kepada pelatih timnas2 yg memakai jasa pemainnya, bagaimana dia menjadikan anak miskin dari daerah terpencil Madeira menjadi pemain termahal di dunia. Tidak, gw ga akan ngebahas itu. Dan kalian pasti juga sudah membaca artikel2 tersebut.

Ini tentang hati, rasa cinta, dan gairah hidup. Sebenarnya banyak yg bisa diambil pelajaran dari SAF ini. Baik itu di bidang sepakbola atau yang lainnya. Ah.. I don’t know how to say it. (Shit, this feeling is killing me). Gw ga pernah sama sekali bertemu SAF. Dan akan semakin sulit tercapai salah satu mimpi gw disaat dia sudah berhenti melatih. Tapi apapun itu, I knew I loved you before I met you.

Sebagai orang asing yang tidak pernah bertemu, SAF itu layaknya salah satu rockstar yang dipuja banyak orang.
Sebagai anak kecil, SAF itu adalah sebuah cita2 yang akan dikejar disaat dewasa.
Sebagai seorang murid SD, SAF adalah guru olahraga yang sangat disukai dan ditunggu jadwal pelajarannya setiap minggu.
Sebagai siswa SMP, SAF adalah cinta pertama yang membuat betah untuk lama2 di sekolah untuk melihat wajahnya.
Sebagai Anak SMA, SAF adalah segala macam bentuk pergaulan yang membuat penasaran dan akan dibela2in demi sebuah eksistensi.
Sebagai mahasiswa, SAF adalah dosen killer yang akan selalu didekati untuk mendapatkan nilai A.
Sebagai Pekerja kantoran, SAF adalah atasan yang bijak dan memberikan arahan terbaik demi memandu saya untuk melakukan yang terbaik.
Sebagai seorang pengusaha, SAF adalah motivator dan contoh manager yang bisa dijadikan pelajaran caranya membangun perusahaan yang tdnya biasa2 saja, menjadi perusahaan besar dengan omset luar biasa besar.
Sebagai menantu, SAF adalah mertua yang selalu mendoakan yang terbaik untuk menantunya.
Sebagai seorang suami, SAF adalah contoh seorang suami baik yang tahu bagaimana seharusnya memperlakukan seorang istri.
Sebagai seorang ayah, SAF adalah  psikolog anak yang memberikan saran bagaimana seharusnya merawat, menjaga, dan membesarkan seorang anak.
Sebagai manula, SAF adalah seseorang yang mengajarkan bagaimana seharusnya saya hidup di usia senja.

Sebagai Klimo Nabara, SAF adalah google atau wikipedia saya dalam memandang hidup.

Terima kasih untuk segalanya Sir Alex Ferguson..

image