This is how to solve our problems (part II)

Setelah kejadian yang cukup berani dari pemimpin baru tersebut, terdengar isu bahwa selama 7 hari ke depan, daerah sekitar stadion utama di negara tersebut akan dinetralisir hingga radius 7 km. Isu yang beredarpun, yang memberi perintah tersebut adalah pemimpin baru itu. Dan gw bertanya2 dalam hati “apalagi yang bakal dilakuin sama nih pemimpin?” Besoknya gw melintas dibatas luar daerah yg dinetralisir, kemudian ga lama, ada iringin2an suporter yang memasuki area stadion tersebut. Sepertinya ga hanya 1 suporter klub. Ada dua suporter, musuh bebuyutan pula yang masuk kesana. Karena terdapat banyak big screen di luar batas daerah tersebut, maka gw pun berhenti sejenak buat nonton. Di daerah stadion pun sudah banyak aparat kemananan yang biasa dilatih untuk perang. Tak lama kemudian, kedua suporter tersebut dipersilahkan masuk ke dalam stadion tersebut.

Mereka digiring ke lapangan stadion yang rumputnya ga berstandar internasional dan mudah rusak. Kira2 terdapat sekitar 30.000 suporter dari masih2 pihak. Setelah semua masuk ke dalam stadion, para aparat yang jumlahnya ribuan tersebut, melingkari stadion tersebut dengan bersenjatakan lengkap dan siap perang. Para suporter pun bingung dengan apa yang akan terjadi. Berhubung kedua suporter ini bermusuhan, tidak jarang terjadi ledek2an antara mereka. Bahkan ada pula yang sudah memulai perkelahian dengan sendirinya. Sampai akhirnya pemimpin baru ini muncul di salah satu tribun stadion dan mulai berbicara ..

“kalian ini adalah 2 suporter yang merasa bahwa kalian ini musuh bebuyutan. Sering terjadi keonaran yang akhirnya mengakibatkan orang lain yang tidak tau apa2, atau bahkan tidak mengerti menjadi korban. Baik itu korban materi, nyawa, trauma, dll.. saya mengumpulkan kalian disini, agar kalian dapat melakukan apa yang biasa kalian lakukan, yaitu keonaran. Silakan saling membunuh satu sama lain, di sini tidak akan ada yang dirugikan, tidak akan ada orang yg tidak mengerti akan menjadi korban. Di dalam tempat ini kalian bebas melakukan apa yang biasa kalian lakukan. Apabila ada yang mencoba kabur dari stadion ini, aparat saya yang bersenjatakan lengkap, akan menembak kalian tanpa ampun. Silakan lakukan kesombongan kalian disini.”

Setelah pimpinan menyelesaikan omongannya, mereka sempat terdiam, bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Sampai akhirnya ada beberapa orang yang menyalahkan suporter lain karena kejadian ini, dan akhirnya merekapun mulai menghabisi satu sama lain. Bahkan kekerasan ini ditayangkan live di big screen yang tersedia. Beberapa mencoba untuk melarikan diri, tetapi mereka yang mencoba keluar dihujani peluru oleh aparat yang sudah siaga di luar stadion. Yang gw ga usah cerita gimana kejamnya situasi di dalam. Intinya, total 60ribu suporter itu mati layaknya binatang yang diadu di dalam sangkar.

Setelah semua selesai pemimpin baru ini kembali berbicara..

“Ini contoh untuk semua bentuk anarkis yang ada di negara ini. Setiap prilaku bodoh seperti ini, saya akan hukum seperti ini. Agar orang lain yang tidak mengerti apa2, tidak menjadi korban. Ini adalah pelajaran buat semua kelompok di bidang apapun. Kalian berprilaku seperti binatang, maka saya juga akan memperlakukan kalian seperti binatang. Jika kalian merasa sebagai manusia, yang mempunyai akal, bertindaklah layaknya manusia yang mempunyai akal. Terima kasih selamat sore”

Big screen pun mati, dan gw pun melanjutkan perjalanan gw ke rumah dengan badan yang gemetar..

………..(To be continued)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s