Cinderella itu bernama Wayne Rooney

Sewaktu kecil gw sering di brain wash dengan dongeng2 fairy tale. Yang masih kecantol jelas di kepala gw itu cerita cinderella. Wanita berparas cantik (katanya) yang tinggal seatap dengan ibu tiri dan 2 orang sodara tirinya. Well, kalian pasti tahu bagaimana cerita dan akhir kisah putri cantik itu (cerita asli yang sebelum diubah akhir ceritanya).

image

Sabtu lalu, dikarenakan kenihilan jadwal di malam minggu, meluncurlah gw ke daerah pancoran. Salah satu tempat futsal di sana mengadakan nonton bareng BPL antara Swansea melawan tim favorit gw, Manchester United. Gw kaget sewaktu melihat nama Wayne Rooney masuk di daftar bench United. Kenapa kaget?ya karena gw adalah salah satu fan yang menyuarakan agar United menjual pemain yang bengal itu.

image

Game pun berjalan datar-datar saja. Skill individu Robin Van Persie dan sedikit keberuntungan Valencia yang bisa memberikan assist ke Welbeck yang membawa United unggul 2-0 sebelum turun minum. Saat babak kedua pun United is being United. Sudah jadi kebiasaan United untuk menunggu dan bertahan sambil mencari celah untuk counter attack apabila telah unggul gol. Mata gw ini puĀ  ikut mengantuk menonton pertandingan yang lebih membosankan daripada mendengarkan dosen berceramah di depan kelas.

Suasana menjadi meriah saat kamera menyorot Rooney sedang melakukan pemanasan. Serentak pun para fans yang ada di tempat futsal tersebut bertepuk tangan dengan semangat, seakan melihat para superhero marvel berkelahi dengan para alien ga jelas itu. Gw pun berpikir, “bukannya kalian sudah mengikhlaskan si bengal ini pergi?”
Tampaknya para fans yang ada disekeliling gw itu, orang-orang yang sulit move on dari masa lalu. Ya, mudah2an tidak seperti liverpool yang selalu membahas tentang kejayaan masa lalu.

image

Dan peristiwa yang ditunggu2 akhirnya terjadi juga. Rooney masuk menggantikan opa Giggs yang kelelahan karena usia yang tidak muda lagi. Suasana di tempat nobar pun semakin riuh. Oh, seandainya si bengal itu bisa melihat bagaimana para fans disini masih mencintai dia.. seandainya..

image

Seperti biasa, Rooney menjadi penghubung antara lini tengah dan pemain depan. Sebagai pemain yang sudah sangat ingin pindah, Rooney terlihat profesional dengan tetap mengeluarkan permainan terbaiknya.

image

Sebagai bukti, dia memberikan 2 assist masing2 kepada RVP dan welbeck. Tapi ada beberapa kejadian yang membuat saya sedikit menelan ludah. Keprofesional-an Rooney ternyata tidak berbalas. Sama seperti Cinderella tadi. Keikhlasan Cinderella menuruti perintah ibu tiri dan 2 saudara tirinya tersebut, selalu dibalas dengan keburukan. Terlihat dari bahasa tubuh rekan2 tim nya, Rooney seperti dikucilkan. Ada beberapa waktu dimana seharusnya Rooney mendapat ruang kosong dan berdiri bebas, tidak mendapat operan dari rekan tim nya.

image

Bahkan ketika gol keempat, ketika Rooney cedera karena tackle dari pemain Swansea tepat setelah memberikan assist ke Welbeck, tidak ada rekan tim nya yang membantu berdiri atau sekedar berbasa-basi mendatangi Rooney. Pada selebrasi gol ketiga pun, Rooney seakan segan atau mungkin enggan merayakan gol “saingan” tersebut.

image

Rasa simpati itu datang. Rooney, If you want to leave Old Trafford, just leave.. bukan karena dia sudah dibenci, tetapi karena keprofesionalan dia pantas mendapatkan posisi terbaik di sebuah tim. Apakah United masih butuh Rooney? YA!! Sangat butuh. Tetapi kondisi ruang ganti akan menjadi tidak sehat, kecuali Rooney memberikan pernyataan kalau akan bertahan di Old Trafford.

Apabila memang Rooney jadi pergi ke Chelsea, semoga tidak akan berakhir seperti di kisah Cinderella yang belum diubah menjadi cerita dongeng anak2. Ketika saat Cinderella sudah menjadi istri pangeran, berbaik membantai ibu tiri dan kedua saudara kandungnya. Sampai akhirnya membunuhnya.

1 thing that you have to know for sure Rooney, we (United Fans) still love you and want you to stay…

GOD BLESS MANCHESTER UNITED..

Advertisements