He brought us to mediocre level. Thank you David Moyes.

Well, the only reason that I’ve never talked about Moyes is just because there is still hope in mind.. hope that he can bring United to the highest level, I mean (at least) Champions league Final.
Waktu itu buat gw, SAF sudah terlalu tua untuk menjadi Manager United. Kekalahan 2x di Final champions league dari Barcelona sudah menjadi cerminan tingkat keuzuran SAF dalam mengikuti perkembangan taktik sepakbola eropa. Di domestik pun, United tisak bermain cukup baik. Hanya beberapa keberuntungan dan konsistensi yang membuat mereka terus menang dan akhirnya meraih gelar BPL yang ke 13 kalinya. Oh ya, jangan lupa hadiah jackpot dari Arsenal yang berisikan RVP. Tanpa RPV season lalu, mungkin United hanya satu level di atas Liverpool dalam segi permainan..

And that day finally come.

The day when SAF and our genius player Paul Scholes decided to retire. SAF menunjuk David Moyes sebagai pengganti. Scholes? Sampai sekarang belum ada yang bisa menggantikan. Sebenarnya Rooney yang paling mendekati Scholes dalam hal range passing, visi permainan, delay bola, dan pergerakan box to box. But Rooney is still Rooney. Ego yang tinggi sempat membuatnya ingin hengkang dari United. Tapi di sini lah kelebihan Moyes. Dia meredang isu transfer Rooney dengan baik. Positif poin pertama yang diberikan Moyes bagi United. Rooney pun bertahan dengan catatan tidak bermain sebagai seorang pemain tengah. Pengganti Scholes pun belum ditemukan. Well sebenarnya Carrick cukup baik, tapi untuk berkompetisi di eropa, Carrick saja tidak cukup. Kecenderungan klub negara lain menggunakan box to box midfielder dengan fisik yang luar biasa prima, membuat Carrick terlihat seorang anak bawang.

Transfer Window

Langkah instan yang digunakan moyes adalah mencari pemain dari klub lain. Akan tetapi langkah yang diambil United dalam menarik pemain dari luar terlihat sangat jongos. Thiago yang digosip kan bakal berlabuh, ternyata memilih Bayern Munich. Kemudian Fabregas pun gagal. Bagaimana mungkin Fabregas pindah ke United kalau di Barcelona lebih menjanjikan untuk mendapatkan tropi? Modric pun gagal didapat. Nama paling santer terdengar adalah Fellaini. Ya kribo mantan anak asuh Moyes di klub medioker itu menjadi unggulan teratas yang akan diboyong United. Apa iya seorang pemain yang tidak pernah bermain di level tertinggi kejuaraan eropa pantas mendapat tempat di United? Tapi pada akhir jendela transfer, kribo ini diboyong dengan harga lebih banyak 4 jt pounds dari harga yang sekitar 3 minggu sebelumnya ditentukan.. dari situ sudah terlihat kepanikan United dalam mendatangkan pemain. Sebenarnya ada nama Herrera dari Bilbao yang bisa diboyong. Tapi karena permasalahan pajak, akhirnya United tidak bisa membawanya ke Old Trafford. Dan setelah itu diklarifikasi oleh pihak United bahwa agen yang bernegosiasi dengan Bilbao tidak legal. Kasus Coentrao pun menjadi pembicaraan karena pihak United terlambat mengirim fax ke Real Madrid. Cukup memprihatinkan sebenarnya langkah United dalam transfer window kali ini.

Game On!

BPL pun dimulai! United bermain baik dalam 2 laga awal. Menang 4-2 melawan Swansea dan imbang 0-0 melawan Chelsea. Permainan yang disajikan pun cukup menghibur. Carrick yang bertandem dengan Cleverley dapat meredam lini tengah dari Swansea dan Chelsea. Tapi ada yang mengganjal dari starting line up yang diturunkan oleh Moyes. Terdapat kakek2 berumur 39 tahun yang bernama Ryan Giggs dan tidak adanya Shinji Kagawa. Apa yang dipikirkan Moyes dengan selalu memainkan Giggs, memainkan Fullback 33 tahun yang lambat (Ferdinand) dan menepikan playmaker terbaik bundesliga 2 tahun lalu? Ya, akhirnya kekalahan itu pun datang. Bertandang Liverpool di Anfield. Lagi2, Giggs, Ferdinand, dan tanpa Kagawa. United memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi tidak dapat menemukan celah dipertahanan Liverpool yang bermain defensif saat itu. Setelah kekalahan itu gw harap Moyes berpikir apa yang harus dilakukan. Tapi lagi2 Moyes memainkan skema yang sama melawan Crystal Palace. Yang beda hanya tidak dimainkannya Giggs yang digantikan Ashley Young. God!! Walaupun menang, akan tetapi hasil akhir yang diharapkan tidak memuaskan. Padahal Palace bermain dengan 10 orang selama 45 menit.

Finally, Kagawa!

Baru pada saat melawan Bayer Leverkusen, David “who doesn’t know what to do” Moyes memainkan Kagawa di sektor kiri. Walaupun bukan posisi sebenarnya, tetapi kehadiran Kagawa membuat United mendapatkan celah di tengah pertahanan tim lawan. Dan skor akhir pun 4-2 untuk kemenangan United. Cukup menggembirakan permainan United saat itu. Valencia pun kembali ke form terbaiknya. Rooney dan RVP pun terlihat leluasa di lini depan.

Derby day!

Ettihad stadium jadi saksi bisu kekonyolan Moyes dalam meramu strategi. Lini tengah, Moyes lebih memilih Carrick berpasangan dengan Fellaini daripada Cleverley. Sayap kiri pun diisi oleh Young yang lebih jago diving dari pada membuat crossing akurat. Dan lini belakang, lagi2 si lambat Ferdinand yang bermain daripada Jones yang lebih ganas. Kagawa dan Chicharito duduk manis di bench diharapkan bisa menjadi pemecah kebuntuan. Dari awal City mendominasi lini tengah United. Katro nya Fellaini beradu dengan Yaya Toure menjadi awal malapetaka. Belum lago Evra yang terlihat seperti pemalas untuk kembali menutup pos nya yang dibombardir oleh kecepatan Jesus Navas. Babak pertama selesai, United pun tertinggal 2 gol. Entah apa yg diucapkan oleh pelatih medioker itu di ruang ganti yang membuat United kemasukan 2 gol lagi di awal babak kedua. Barulah setelah tertinggal 4 gol, Moyes memasukan Cleverley untuk mengimbangi lini tengah, hasilnya, United mulai mendominasi permainan. Ya walaupun itu juga karena City bermain secara formalitas menunggu waktu selesai. Sampai menit 70 United belum bisa mencetak gol, saat itu gw berharap supersub Chicharito dan Kagawa dimainkan agar bisa memecah kebuntuan. Tapi apa yang terlihat dari layar sangat memalukan. Moyea terlihat hanya duduk termenung dan tidak melakukan apa2. Sesekali bercakap dengan Phil Nevile, setelah itu bengong lagi. WHAT THE FUCK ARE YOU DOING MOYES?? DO SOMETHING!! kata2 itu yang keluar dari mulut gw saat itu. Akhirnya Rooney membuat gol indah dari tendangan bebas yang (setidaknya) mengurangi rasa malu pemain United saat itu. FT 4-1 untuk City dan Moyes hanya melakukan 1x pergantian pemain di pertandingan ini.

Mediocre Level

Dari semua pertandingan yang udah gw lihat season ini, permainan United sangat tidak memuaskan. Terakhir kali United dalam posisi ini (5 games, 7 Points), mereka terdegradasi. Berikut adalah opini dari beberapa hal penting yang mungkin jadi bisa jadi pertimbangan bagi Moyes.

Evra & Ferdinand
Mereka sudah habis. Selalu meninggalkan pos masing2, lambat, tidak lagi bisa berkonsentrasi 90 menit. Yang satu terlalu asik tweet saripada mengatur lini pertahanan, yang satu lagi lebih senang melakukan overlap dan mengandalkan pemain di depannya untuk menutup poa yang ditinggalkan. Mungkin Fabio, Evans dan Jones bisa menjadi pertimbangan untuk mengganti 2 pemain yang telah berkarat ini.

Ashley Young, Giggs, & Valencia
Penampilan medioker yang disajikan dari lini sayap United, membuat keseimbangan lini tengah menjadi goyah. Beberapa kali Cleverley dan Rooney seperti harus mengisi posisi sayap. Mungkin karena geregetan dengan crossing gagal yang dilepas para pemain sayap murni ini. Young, he used to be good. Tapi cedera panjang yang membuatnya menuju level medioker. Giggs, terlalu tua untuk bermain di sayap yang butuh kecepatan dan fisik prima. Valencia, terlalu sering menghabiskan waktu di gym yang akhirnya membuat kecepatannya berkurang, tidak seperti 2 musim pertama di United. I’d rather Januzaj, Zaha, & Nani. They have speed, power, and skill. Please Moyes. At least you try. They will show you some magic.

Kagawa & Chicharito
I can’t understand why Moyes put them on the bench. They have the capability to change the game. Dari 7 laga resmi yang telah dijalani, mereka duduk manis di bangku cadangan. Beberapa kali Chicharito dimainkan sebagai pengganti, tapi itu hanya sebuah formalitas seperti hanya menambah jumlah pertandingan yg dilakukannya. Kagawa? Well he is as good as Ozil. Best game maker in bundesliga 2 years ago. Ditengah kebutuan United menembus pertahanan pun, Moyes tidak memasukannya. Entah dia memang katro atau tidak mengerti bagaimana cara menggunakan seluruh kemampuan pemain-pemainnya. Ya diharapkan kedepannya kedua pemainnya lebih sering dimainkan.

Fellaini & Moyes
Fellaini, pembelian satu2nya United di transfer window kali ini (selain Varela yg terlalu muda dan Zaha yg telah terjadi kesepakatan pada Januari) diharapkan dapat mengimbangi permainan lini tengah dengan standar eropa daratan ternyata MENGECEWAKAN. beberapa kali gerak tubuh dan pergerakannya terlihat seperti orang yang baru belajar passing. Sering out of position dan tidak tahu berbuat apa. Gw sendiri lebih memilih Herrera dibanding Felliani waktu itu. Entah apa yang ditawarkan Fellaini sampai-sampai Moyes memberanikan diri untuk memboyong dia. Ya semoga saja penampilannya yg medioker dikarenakan proses adaptasi. Kalau tidak ini bakal menjadi blunder transfer pertama buat Moyes.
The Almighty David Moyes. Manager yang ditunjuk langsung oleh SAF membuat para fans United “percaya” dengan kapabilitas Moyes meneruskan kejayaan United. Akan tetapi dari 7 pertandingan, Moyes terlihat hanya mengikuti pakem strategi yang dulu dipakai oleh SAF. Moyes terlihat bermain di zona aman dengan tidak mengubah strategi yang dulu dibuat SAF. Dan hasilnya NOL besar!! 2x kalah dalam 7 pertandingan sangat diharamkan buat Manchester United. Mungkin juga Moyes lupa kalau ini Manchester United, bukan Everton yang bisa kalah 2x dalam 1 bulan. Moyes sendiri sebenarnya adalah pelatih yang cukup pintar dalam meramu strategi. Beberapa kali di Everton, terlihat bagaimana Moyes menampilkan permainan yang menyesuaikan dengan lawan yang dihadapi, dan itu berhasil. Sedangkan saat menjadi manager United, sepertinya Moyes telah kehilangan kejantanannya karena hanya mengikuti pola yang sudah ada. Tidak berani mengambil sedikit resiko dengan perubahan yang signifikan. Daripada mengandalkan sayap United yang medioker, formasi diamond layak dicoba. Jadi apakah Moyes cukup berani untuk melakukan perubahan seperti yang dulu dilakukannya di Everton? Atau tetap bertingkah seperti jongos yang hanya mendengarkan dan melakukan apa yang diperintah oleh majikannya? Let’s wait and see. In my opinion, para bangsawan Amerika yang memegang mayoritas saham United tidak akan menunggu sampai 6 tahun untuk memberi Moyes kesempatan. 6 bulan masih seperti ini, he must be sacked.

Well done Moyes. So far, in the last 7 games, you brought us to mediocre level.

Sepucuk surat dari seorang kakak..

Kedua adik ku..tumbuhlah menjadi manusia berguna..
Lakukan lah semua hal yang membuat kalian nyaman..
Berikan lah yang terbaik bagi dunia ini..
Janganlah kalian lupakan orang tua mu..
Jenguklah sesekali mereka sesibuk apapun kamu..
Kerjarlah semua impian kalian..
Jangan pernah menyerah..

Maafkanlah kakakmu ini yang tidak pernah bisa menunjukan rasa sayang kepada kalian secara langsung..
Maafkanlah karena kalian tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan sewaktu seumur kalian..
Maafkanlah karena aku tidak bisa mengajari kalian pelajaran sekolah..
Maafkanlah kakakmu ini yang kadang membentakmu, memarahimu, menyuruhmu..
Maafkanlah kakakmu ini yang selalu telat memberi kado di hari ulang tahun mu..
Maafkanlah karena jarang mengantar kalian ke tempat aktivitas kalian di pagi hari..
Maafkanlah karena jarang menjemput kalian pulang si sore hari..
Maafkanlah kakakmu yang tidak sempurna ini..

Apapun yang nanti kalian lakukan dan jalani, selama kalian bahagia, kakakmu ini ikut bahagia.. 🙂

Pengagum berat kalian,

Kakak