Bukan Sekedar Harapan biasa

Berharap mungkin bagi seseorang yg optimis merupakan sesuatu yang membuat mereka termotivasi, tapi bagaimana dengan mereka yang telah dikecewakan oleh harapan mereka sendiri?

Kesempatan kedua? Mungkin saja. Hasrat ingin merasa terpuas kan oleh harapan itu sendiri yang menjadi kekuatan sebuah harapan.

Harapan layaknya teori atom. Disatu sisi hasrat terpuaskan karena dapat dikembangkan untuk berbagai hal yang dapat mempermudah hidup manusia. Di sisi lain? Ketika teori tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingannya sendiri dan mengorbankan kehidupan orang banyak. 

Naif? Iya. Salah? Tidak.. Semua manusia yang hidup berhak melakukan apa saja yg mereka kamu. Salah atau benar kita kembalikan ke Tuhan.

Harapan itu kehadiran dalam hati.

Harapan itu rasa kesal.

Harapan ini rindu.

Harapan itu hasrat pemuas diri.

Harapan itu tidak untuk di nomor dua kan.

Harapan itu ada saat jam kerja dan sirna bersama tenggelamnya matahari.

Harapan itu muncul bersamaan dengan berkokoknya ayam di pagi hari.

Harapan itu terdengar dibalik suara kereta melintas.

Harapan itu janji yang terucap dan akhirnya dibuat lelah olehnya.

Harapan itu benar ada nya.

Harapan itu tidak bisa memikirkan diri sendiri.

Harapan itu kebosanan.

Harapan itu sabtu dan minggu yang hilang.

Harapan itu bukan dia atau mereka,

Harapan itu kamu.

Harapan itu kesempatan kedua dan

Harapan itu bukan untuk kembali dikecewakan..

✌️

Advertisements