matREALISTIS

“Eh liat dong! Ganteng ga ganteng ga?”
“Eh iya lumayan, tajir ga tajir ga?”

Begitu lah kira-kira para makhluk Tuhan yang paling seksi ini kalau sedang berkumpul. Ya tidak ada yang salah dengan pertanyaan “ganteng” nya itu. Setiap manusia semunafik apapun pasti melihat fisik terlebih dahulu, tidak terkecuali para wanita. Tapi apa yang membedakan dengan pria? Yes! You knew it. TAJIR!!! beda dengan para pria, sekiranya fisiknya memadai, mungkin yang dilihat setelah itu sifatnya, sifat melayani, menenangkan, dan hal sepele lain sekitar itu. Tapi berbeda dengan para wanita ini.

Materi sekiranya hanya sekedar materi, tapi tidak buat para wanita. Materi memberikan rasa nyaman. Ya kita semua tahu dalam suatu hubungan tidak akan lancar-lancar amat ya, tapi seenggaknya lebih enak berantem sama pacar di dalam mobil ber-AC dibanding berantem diparkiran motor. Betul betul betul? Betul!!! “Ah, ga semuanya begitu kok. Gw ga begitu!” Ya memang, tapi kalau tiba-tiba ada yang ngajak nikah sudah berpenghasilam tetap dan lumayan menjanjikan, yakin kalian tidak akan meninggalkan pacar kalian yang kalian sendiri belum tahu akan dinikahin kapan? Yakin?? Gimana? Kok terdiam?

“Yaiyalah, ada yang ngajak nikah, mapan, lumayan cakep, kenapa enggak, umur gw kan udah segini”

Hah! Mana yang kalian bilang lebih enak sukses bareng, meniti dari bawah bareng-bareng sampai sukses. Itu lebih nikmat. Manaaaaa??? Hahahaha

Manusiawi kalau memang kita sebagai manusia biasa mencari jalan pintas di kehidupan yang sementara ini. Gapapa, wajar kok! Tetapi hei kalian. Lebih mending mana? Mereka yang terlihat kaya uang karena tanggung jawab, atau mereka yang terlihat kaya karena orang tua? Ada perbedaan yang mencolok kalau kalian benar-benar jeli. Banyak wanita yang “terjebak” dalam pernikahan karena tidak bisa membedakan antara dua hal yang tadi gw sebutkan. Ya patokannya memang tidak ada, hanya waktu yang bisa menjawab itu (azzek pake “z”).

Pria itu cuma dua, lekong atau BAJINGAN! iya bajingan. Tapi bajingan pun terbagi lagi. Tidak semua bajingan menjadi bajingan karena dia bajigan. Ngerti? Ah kalian. Gini, ada bajingan yang bajingan karena memang bajingan. Ada juga yang bajingan karena agar dibilang bajingan. Karena menurut pria tipe seperti ini terlihat kece, macho, tampan, bad boy. Tapi!! Ada juga yang bajingan karena keadaan. Karena masa lalu atau lingkungan. Nah tipe ketiga ini sebenarnya yang berpeluang besar menjadi pria impian. Memang susah membedakan antara bajingan beneran, banci bajingan, dengan bajingan karena insiden, tapi ada satu patokan, apa itu? Waktu!! Semakin lama kalian para wanita mengenal para bajingan ini, semakin tahu pula sifat asli semua. Kita itu fake!!! Lihat pas PDKT, semua berasa surga buat para wanita, yang tadinya sering dijemput, jadi disuruh naik kereta aja pulangnya. Yang tadinya dibawa ke tempat romantis, menjadi “udahlah di rumah aja nonton dvd”. Well, that’s us! Jadi, dekat lebih lama untuk memutuskan menerima ajakan nikahnya agar kalian tahu pria seperti apa yang kalian nikahin. Itu aja. Simple. Tapi, kami sebagai lelaki pun tidak bodoh!! Inget. Tidak bodoh!

Kami walaupun seperti kalian bilang “cowo dimana aja sama!! Bajingan semua!!”, kami bisa membedakan mana yang MATRE dan REALISTIS!! Kalian pikir hidup seenak metik pohon uang jadi bisa beli apa saja?? NGGA!! kami tahu kami pria yang memberi nafkah, tapi bukan berarti kami menjadi mesin uang kalian untuk berbelanja hal yang tidak sebegitu perlunya.

Ada perbedaan mencolok antara yang matre dan realistis. Matre? Semua terukur pakai uang dan tidak sebegitu ngebela-belainnya untuk datang di acara penting lelakinya. Yaudah ga usah gw kasih contoh, kalian juga sudah mengerti. Realistis? Mudah menilainya. Selama para wanita ini mengerti yang rasanya cukup dalam kehidupan, itu sudah cukup. Gimana? Ngerti kalian para lelaki? Ah kalian bodoh kalau tidak mengerti! Pada intinya, wanita mengerti kok mana yang kaya uang karena memang keturunan dan mana yang walaupun ga tajir-tajir amat, bakal memenuhi kebutuhannya dan anak-anaknya.

Yang kalian perlu lakukan buat para pria, ya jangan cupu-cupu amat lah. Jangan dikit-dikit ngadu ke orang tua lah. Kaya masih SD aja. Jadi laki beneran lah!

Buat para wanita, ya jangan muluk-muluk, kalau cuma mau tajirnya aja, cari om-om berduit aja lah dari pada pura-pura pakai hati. Kasian lakinya.

Ini kalau para laki masih ga ngerti juga bedain caranya, komen aja, nanti dijelasin lebih lanjut. Diajarin tentang hal beginian!! Ya tapi ini 2016 bung. Ga ada yang gratis!! hahaha

~~

Advertisements

2 thoughts on “matREALISTIS

  1. Bagus bahasanya. Gampang dimengerti 😀

    Kalo gw sih realistis. Tapi kalo makan harus dibayarin terus hahahaha… Anaknya ga minta barang kok, cuma laperan xixixix..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s