MONEY.. MONEY.. MONEY!!

Well, Im little bit drunk here..

 

ini cuma opini, bagi mereka yang secara ga sadar menTuhankan uang, saya minta maaf..

I have a friend. he graduated from Pancasila University with a good grade. And I have a friend that not even had an education.

 

yes.. dia ga lulus sekolah dan yang satu lagi lulusan universitas Pancasila. Dari biaya pendidikan yang dikeluarkan (untuk pendidikan) pun jauh lebih besar yang lulus kuliah dong (?). Tapi, mengapa yang tidak sekolah lebih bisa cepat mengerti dibanding dengan lulusan S1?

 

ya memang ada yang bilang, kuliah itu membangun cara berpikir. Selain itu, untuk membangun jaringan. Ya benar. seharusnya yang lulus kuliah lebih unggul dibanding dengan yang tidak sekolah. seharusnya. Tapi lihat INDONESIA. Berapa banyak yang lulusan S1, S2, atau bahkan S3 malah jadi jongos mereka yang tidak sekolah?

 

BANYAK!!!

Jadi? Pendidikan yang salah? well, ga 100% begitu..

 

oke, kita mundur 20-30 Tahun ( kalau umur kalian sekitar 30-40 Tahun) dimana mimpi dan harapan tanpa ketakutan akan resiko hidup itu terjadi.

mindset yang diberikan orang tua akan sebuah cita-cita itu SALAH!! IYA SALAH! kenapa? ga suka saya bilang salah mereka? mau dibilang penistaan orang tua kaya kasus yang lagi rame akhir2 ini? hahaha lucu kalian.

mindset untuk sekolah yang pinter, dapet ranking, masuk sekolah negeri, perguruan tinggi, jadi pegawai negeri, kerja di perusahaan minyak, ITU SALAH MEREKA!!

Mindset yang ditanamkan dari kecil hanya untuk satu tujuan. apa itu? HIDUP ENAK!

Tapi hidup enak itu yang seperti apa? apakah dijelaskan? atau hanya sekedar punya duit banyak? ya sepertinya hanya untuk punya duit banyak.

sederhana, tapi menjerumuskan. yang akhirnya orang-orang “cerdas” ini hanya menjadi budak waktu 8 to 5 atau 9 to 6 dan budak dari mereka yang tidak sekolah!!

Masalah kenapa itu orang-orang ga sekolah bisa jadi bos-bos orang yang kuliah tinggi-tinggi jangan dibahas sekarang, bisa jadi novel nanti. Pada bingung nanti para novelis musiman.

Jadi selain mindset dari kecil, kecintaan mereka terhadap uang pun yang menyebabkan uang itu sebagai Tuhan. Jangan ngomong agama deh kalau masih worry karena uang  yang didapat hasil menjadi pekerja 9-6 sudah habis sebelum gajian.

Belum lagi anjuran buat orang-orang yang lagi-lagi sudah dicekokin oleh para tetua ini kalau harus nabung, hemat, perhitungan, agar dapat membeli rumah, membeli mobil, nikah, tabungan sekolah lagi, atau sekolah anak. lucu sih. Kalian kerja keras jadi robotnya orang-orang ga sekolah ini seminggu 5 kali,9 to 6, dan kalian ga sama sekali menikmati hasil kerja keras kalian itu demi sesuatu yang memang sudah harus dimiliki, yang artinya wajib dimiliki setiap orang.

Ya intinya kalian semua menTuhankan Uang. dan gw ngga.

.

.

.

.

.

NGERTI?

Ngga juga? sekolah lagi aja dari TK.

.

.

.

.

.

.