MONEY.. MONEY.. MONEY!!

Well, Im little bit drunk here..

 

ini cuma opini, bagi mereka yang secara ga sadar menTuhankan uang, saya minta maaf..

I have a friend. he graduated from Pancasila University with a good grade. And I have a friend that not even had an education.

 

yes.. dia ga lulus sekolah dan yang satu lagi lulusan universitas Pancasila. Dari biaya pendidikan yang dikeluarkan (untuk pendidikan) pun jauh lebih besar yang lulus kuliah dong (?). Tapi, mengapa yang tidak sekolah lebih bisa cepat mengerti dibanding dengan lulusan S1?

 

ya memang ada yang bilang, kuliah itu membangun cara berpikir. Selain itu, untuk membangun jaringan. Ya benar. seharusnya yang lulus kuliah lebih unggul dibanding dengan yang tidak sekolah. seharusnya. Tapi lihat INDONESIA. Berapa banyak yang lulusan S1, S2, atau bahkan S3 malah jadi jongos mereka yang tidak sekolah?

 

BANYAK!!!

Jadi? Pendidikan yang salah? well, ga 100% begitu..

 

oke, kita mundur 20-30 Tahun ( kalau umur kalian sekitar 30-40 Tahun) dimana mimpi dan harapan tanpa ketakutan akan resiko hidup itu terjadi.

mindset yang diberikan orang tua akan sebuah cita-cita itu SALAH!! IYA SALAH! kenapa? ga suka saya bilang salah mereka? mau dibilang penistaan orang tua kaya kasus yang lagi rame akhir2 ini? hahaha lucu kalian.

mindset untuk sekolah yang pinter, dapet ranking, masuk sekolah negeri, perguruan tinggi, jadi pegawai negeri, kerja di perusahaan minyak, ITU SALAH MEREKA!!

Mindset yang ditanamkan dari kecil hanya untuk satu tujuan. apa itu? HIDUP ENAK!

Tapi hidup enak itu yang seperti apa? apakah dijelaskan? atau hanya sekedar punya duit banyak? ya sepertinya hanya untuk punya duit banyak.

sederhana, tapi menjerumuskan. yang akhirnya orang-orang “cerdas” ini hanya menjadi budak waktu 8 to 5 atau 9 to 6 dan budak dari mereka yang tidak sekolah!!

Masalah kenapa itu orang-orang ga sekolah bisa jadi bos-bos orang yang kuliah tinggi-tinggi jangan dibahas sekarang, bisa jadi novel nanti. Pada bingung nanti para novelis musiman.

Jadi selain mindset dari kecil, kecintaan mereka terhadap uang pun yang menyebabkan uang itu sebagai Tuhan. Jangan ngomong agama deh kalau masih worry karena uang  yang didapat hasil menjadi pekerja 9-6 sudah habis sebelum gajian.

Belum lagi anjuran buat orang-orang yang lagi-lagi sudah dicekokin oleh para tetua ini kalau harus nabung, hemat, perhitungan, agar dapat membeli rumah, membeli mobil, nikah, tabungan sekolah lagi, atau sekolah anak. lucu sih. Kalian kerja keras jadi robotnya orang-orang ga sekolah ini seminggu 5 kali,9 to 6, dan kalian ga sama sekali menikmati hasil kerja keras kalian itu demi sesuatu yang memang sudah harus dimiliki, yang artinya wajib dimiliki setiap orang.

Ya intinya kalian semua menTuhankan Uang. dan gw ngga.

.

.

.

.

.

NGERTI?

Ngga juga? sekolah lagi aja dari TK.

.

.

.

.

.

.

 

Advertisements

Si anak2 alay yang jadi viral

“om telolet om” 
Bocah2 anak bawang ini teriak2an pinggir jalan. Saya sentak menengok sekilas dan berkata dalam hati 

“Duh bocah”

Sesampainya di kantor, buka path dan semua isinya “om telolet om”.. Ini apa sih? Penasaran dong, cek youtube. Kata kunci om telolet om..

Mencengangkan sih, dj snake, firebeatz, marshmello semua caption seperti itu. Akhirnya saya buka lah satu video yang isinya sekilas seperti ini

Dari kejauhan ada bis mendekat, ini anak2 semua teriak om telolet om, akhirnya mengklakson lah ini bis, tapi klakson biasa. Dan serentak ini anak2 menyoraki. Saya sedikit tersenyum.

Kemudian datanglah bis kedua. Teriak lagi lah lah ini anak2. OM TELOLET OM!! tidak lama dikeluarkan lah klakson telolet itu..

“YEAAAAY!!! MAKASIH OM!!”

F*** ekspresinya sebahagia itu,

hanya sesederhana itu, ini anak2 kegirangan seperti timnas abis bikin goal.. Saya pun tertawa terbahak2.

HAHAHAHA

Tidak lama setelah video tersebut abis, ada telepon masuk.

“Pak tiangnya miring. Bla bla bla”

Oh komplain ternyata. Pening lah langsung pala awak. Modal produksi tak ada, apalagi buat perbaikan macam ini.

Merengut lah saya. Menghitung pengeluaran dan biaya lainnya.

Tidak lama, muncul lah Gavin. Anak umur 2 tahun tetangga sebelah.

“Om main bola yuk om”

Saya tersenyum, 

Beranjak dari kursi,

Menghampiri Gavin,

Dan bermain bola.
“Ah ini, yang sudah hilang dari kita para manusia beranjak dewasa”

“Kesenangan tanpa harus membayar sebuah harga untuk mendapatkannya”

“Kebersamaan yang tercipta karena sebuah kesederhanaan”

“Kebahagiaan yang muncul tanpa sepeser uang”

“Semoga kita sebagai manusia yang beranjak dewasa selalu diberikan hal seperti ini”

aamiin..

Om telolet om



matREALISTIS

“Eh liat dong! Ganteng ga ganteng ga?”
“Eh iya lumayan, tajir ga tajir ga?”

Begitu lah kira-kira para makhluk Tuhan yang paling seksi ini kalau sedang berkumpul. Ya tidak ada yang salah dengan pertanyaan “ganteng” nya itu. Setiap manusia semunafik apapun pasti melihat fisik terlebih dahulu, tidak terkecuali para wanita. Tapi apa yang membedakan dengan pria? Yes! You knew it. TAJIR!!! beda dengan para pria, sekiranya fisiknya memadai, mungkin yang dilihat setelah itu sifatnya, sifat melayani, menenangkan, dan hal sepele lain sekitar itu. Tapi berbeda dengan para wanita ini.

Materi sekiranya hanya sekedar materi, tapi tidak buat para wanita. Materi memberikan rasa nyaman. Ya kita semua tahu dalam suatu hubungan tidak akan lancar-lancar amat ya, tapi seenggaknya lebih enak berantem sama pacar di dalam mobil ber-AC dibanding berantem diparkiran motor. Betul betul betul? Betul!!! “Ah, ga semuanya begitu kok. Gw ga begitu!” Ya memang, tapi kalau tiba-tiba ada yang ngajak nikah sudah berpenghasilam tetap dan lumayan menjanjikan, yakin kalian tidak akan meninggalkan pacar kalian yang kalian sendiri belum tahu akan dinikahin kapan? Yakin?? Gimana? Kok terdiam?

“Yaiyalah, ada yang ngajak nikah, mapan, lumayan cakep, kenapa enggak, umur gw kan udah segini”

Hah! Mana yang kalian bilang lebih enak sukses bareng, meniti dari bawah bareng-bareng sampai sukses. Itu lebih nikmat. Manaaaaa??? Hahahaha

Manusiawi kalau memang kita sebagai manusia biasa mencari jalan pintas di kehidupan yang sementara ini. Gapapa, wajar kok! Tetapi hei kalian. Lebih mending mana? Mereka yang terlihat kaya uang karena tanggung jawab, atau mereka yang terlihat kaya karena orang tua? Ada perbedaan yang mencolok kalau kalian benar-benar jeli. Banyak wanita yang “terjebak” dalam pernikahan karena tidak bisa membedakan antara dua hal yang tadi gw sebutkan. Ya patokannya memang tidak ada, hanya waktu yang bisa menjawab itu (azzek pake “z”).

Pria itu cuma dua, lekong atau BAJINGAN! iya bajingan. Tapi bajingan pun terbagi lagi. Tidak semua bajingan menjadi bajingan karena dia bajigan. Ngerti? Ah kalian. Gini, ada bajingan yang bajingan karena memang bajingan. Ada juga yang bajingan karena agar dibilang bajingan. Karena menurut pria tipe seperti ini terlihat kece, macho, tampan, bad boy. Tapi!! Ada juga yang bajingan karena keadaan. Karena masa lalu atau lingkungan. Nah tipe ketiga ini sebenarnya yang berpeluang besar menjadi pria impian. Memang susah membedakan antara bajingan beneran, banci bajingan, dengan bajingan karena insiden, tapi ada satu patokan, apa itu? Waktu!! Semakin lama kalian para wanita mengenal para bajingan ini, semakin tahu pula sifat asli semua. Kita itu fake!!! Lihat pas PDKT, semua berasa surga buat para wanita, yang tadinya sering dijemput, jadi disuruh naik kereta aja pulangnya. Yang tadinya dibawa ke tempat romantis, menjadi “udahlah di rumah aja nonton dvd”. Well, that’s us! Jadi, dekat lebih lama untuk memutuskan menerima ajakan nikahnya agar kalian tahu pria seperti apa yang kalian nikahin. Itu aja. Simple. Tapi, kami sebagai lelaki pun tidak bodoh!! Inget. Tidak bodoh!

Kami walaupun seperti kalian bilang “cowo dimana aja sama!! Bajingan semua!!”, kami bisa membedakan mana yang MATRE dan REALISTIS!! Kalian pikir hidup seenak metik pohon uang jadi bisa beli apa saja?? NGGA!! kami tahu kami pria yang memberi nafkah, tapi bukan berarti kami menjadi mesin uang kalian untuk berbelanja hal yang tidak sebegitu perlunya.

Ada perbedaan mencolok antara yang matre dan realistis. Matre? Semua terukur pakai uang dan tidak sebegitu ngebela-belainnya untuk datang di acara penting lelakinya. Yaudah ga usah gw kasih contoh, kalian juga sudah mengerti. Realistis? Mudah menilainya. Selama para wanita ini mengerti yang rasanya cukup dalam kehidupan, itu sudah cukup. Gimana? Ngerti kalian para lelaki? Ah kalian bodoh kalau tidak mengerti! Pada intinya, wanita mengerti kok mana yang kaya uang karena memang keturunan dan mana yang walaupun ga tajir-tajir amat, bakal memenuhi kebutuhannya dan anak-anaknya.

Yang kalian perlu lakukan buat para pria, ya jangan cupu-cupu amat lah. Jangan dikit-dikit ngadu ke orang tua lah. Kaya masih SD aja. Jadi laki beneran lah!

Buat para wanita, ya jangan muluk-muluk, kalau cuma mau tajirnya aja, cari om-om berduit aja lah dari pada pura-pura pakai hati. Kasian lakinya.

Ini kalau para laki masih ga ngerti juga bedain caranya, komen aja, nanti dijelasin lebih lanjut. Diajarin tentang hal beginian!! Ya tapi ini 2016 bung. Ga ada yang gratis!! hahaha

~~

Van Gaal’s Philosophy, Newton’s Law, and Amazing Comeback by Klopp

“LALLANAAA!! LOL!!” begitu kira-kira kutipan tweet saya semalam saat menonton pertandingan Liverpool melawan Dortmund.

” HORNY FOOTBALL!! ” Pertandingan kelas atas yang dimainkan di kompetisi kelas dua Eropa. Sayang sekali. High pressure, long ball passing, fast moving, full of pace and passion. Pada akhirnya Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 4-3 dan melaju ke semifinal Europa League. Mencengangkan memang, mengingat mereka tertinggal 0-2 saat turun minum dan masih tertinggal 1-3 pada menit 60. Entah keajaiban dari mana sampai akhirnya mereka bisa unggul di akhir pertandingan. Yang jelas buka Dewi Fortuna, kalau mereka dibantu Dewi Fortuna tentu saja sang legenda yang tidak pernah menjuarai Premier League tidak akan terpeleset saat laga penentuan juara melawan Chelsea. *ups

Satu sorotan saja dalam pertandingan itu, Jürgen Norbert Klopp!! Pria berambut pirang dari jerman ini yang mengubah tim medioker dengan kualitas pemain-pemain yang “biasa saja” menjadi tim yang tidak kenal lelah, bersemangat, dan memainkan sepakbola dari hati. Ya tentu berbeda dengan tim rivalnya yang bermain seperti tanpa arah, tanpa tujuan dan tanpa energi, the lost team Manchester United. Nanti saja di bawah saya bahas tim ini, Karena di bawah tempat seharusnya mereka berada.

Semua orang awam tahu, sebelum pertandingan pasti sudah dilakukan persiapan, mengenai taktik, stamina, dan trik-trik lain dalam memenangkan pertandingan. Tapi bagaimana kalau semua itu tidak berjalan sesuai yang direncanakan saat pertandingan berlangsung? Beradaptasi!! Ya seperti memperbaiki hal yang salah, memotivasi, merubah rancangan permainan. Ini sepakbola. Ada 90 menit, banyak waktu tersisa untuk menebus dosa pada menit-menit awal. Lihat Klopp, berdiri di pinggir lapangan, memotivasi, memberi arahan baru, membentak kepada pemainnya karena dia tau ada yang salah dengan timnya.

Saat Half Time (0-2 untuk Dortmund), setelah memberi arahan taktik untuk babak kedua, Klopp menberikan wejangan kepada pemainnya agar termotivasi. ” Create a game at second half that our children and grandchildren will remember ” what a man!!. Berbanding terbalik dengan Van Gaal yang malah memaki Rasford pada Half time saat melawan spurs krn dianggap tidak berperan dan menggantinya dengan Young yang ditempatkan di centre forward. Stupid!

Kembali ke Klopp, saat babak kedua berjalan pun, pada menit 57, Reus membuat gol yang membuat kedudukan menjadi 1-3. Bukannya duduk berpasrah diri dan mencatat kebodohan anak buahnya di sebuah jurnal, Klopp tetap memberikan instruksi dan memompa semangat para pemainnya. Dan akhirnya semua orang tau kalau mereka telah memainkan pertandingan yang akan selalu diingat oleh anak dan cucu2 mereka.

Bila dihubungkan dengan fisika, apa yang dilakukan Klopp sebenarnya sudah diutarakan oleh Sir Isaac Newton 329 Tahun lalu. Saat itu beliau mempublikasikan 3 teori yang disebut dengan Newton’s Law. Sang jenius ini menyimpulkan 3 buah teori yang menjadi dasar dari mekanika klasik. Pada hukum Newton 2 berbunyi :

Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan / bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda

Tanpa adanya sebuah gaya, benda tetap akan diam atau tetap bergerak dalam keadaan konstan (hukum Newton 1). Klopp memberikan sebuah dorongan kepada tim nya. Dia tahu betul masalah yang ada di klub tersebut saat datang dari Dortmund. Kurangnya kepercayaan diri, skuat yang tidak bagus-bagus amat, perginya pemain andalan (Sterling), kurang motivasi dan kesatuan dalam tim. Lalu dia menyamakan misi dan visi dalam tim, membuat rancangan permainan, memperbaiki pola permainan, kemudian yang paling penting adalah memotivasi. Liat apa senjata ampuh yang Leicester City punya untuk menjadi teratas saat ini? Semangat dan motivasi. Klopp tahu, Liverpool baru akan gencar belanja pada jendela transfer musim panas season depan, jadi pondasi utama terlebih dahulu yang dikuatkan dengan semua sumber dan keterbatasan yang dimiliki. Tapi apalah kita, hanya manusia yang bisa berencana. Sebaik-baiknya rancangan pasti akan ada benturan-benturan yang terjadi. Ini yang orang-orang bilang “cobaan Tuhan”. Siapa yang sangka Sunderland atau Norwich City bisa bermain baik melawan mereka? Atau Southampton yang tiba-tiba bisa comeback setelah tertinggal 0-2 dari Liverpool?

“Manusia bisa merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan.”

Dengan semua kerumitan hidup dan dramanya, ada 1 hal yang tidak pernah berubah dari mr. Klopp, baca ini baik-baik wahai petinggi United,
“Klopp selalu berdiri dipinggir lapangan, berimprovisasi, memotivasi, mengintimidasi wasit dan bench lawan. memberikan rasa tidak nyaman bagi wasit apabila merugikan Liverpool.”

Seperti hukum Newton 2. Dorongan yang diberikan kepada sebuah benda berbanding lurus dengan percepatan yang dihasilkan benda tersebut. Sikap Klopp di pinggir lapangan, memberikan pengaruh positif terhadap para pemainnya di atas lapangan. Well done Mr. Klopp. You deserve it!!

Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica

karya Sir Isaac Newton yang merangkum 3 hukum di atas yang menjadi dasar mekanika klasik, diterbitkan pada tahun 1687. 327 Tahun kemudian, ada kakek yang dianggap menjadi juru penyelamatan tim yang dulu diarsiteki oleh si jenius David Moyes, mengutarakan sebuah filosofi permainan yang akan membawa Manchester United kembali ke puncak kejayaan. Dan filosofi tersebut didukung dengan pernyataannya bahwa dia tidak perlu berteriak-teriak dari pinggir lapangan untuk memberikan instruksi. Hanya perlu duduk di bench dan menunggu hasil terbaik. Karena menurutnya semua masalah pola permainan, taktik, dan lainnya sudah diinstruksikan dalam latihan atau dalam ruang ganti saat sebelum pertandingan dan jeda turun minum.

Saat tim nya sedang tertinggal pun, selalu lambat merespon atau terlalu lama beradaptasi dengan kesalahan-kesalahan anak buahnya. Hanya duduk, bermuka pucat, dan berpura-pura fokus dengan buku cacatannya. Tidak ada yang dilakukan. Bahkan si jenius Moyes pun masih berteriak-teriak di pinggir lapangan walaupun tidak ada para pemainnya yang menghiraukan.

Pada hukum newton 1, yang berbunyi :

Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Terbaca jelas, If you do nothing, you get nothing. Tanpa respon apa-apa, ya begitu-begitu aja. Belum lagi keputusan-keputusan taktikal dan penjualan pemain-pemain berpotensi yang dikeluarkan. Entah apa yang dipikirkan para petinggi united yang masih mempercayai Mr. Van Gaal ini. Bahkan para fan pun sudah frustasi dan meminta the special one sebagai manager season depan.

Saat dikalahkan oleh Spurs pada minggu lalu, saat half time, Mr. Philosophy membentak Rashford karena dianggap tidak berkontribusi apa-apa dan mengganti dengan Ashley Young untuk bermain di posisi centre Forward. What? Yes centre Forward. He doesnt know what he’s doing. Tentu ada aksi, ada reaksi seperti hukum newton 3 :

Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

Mungkin dengan bentakan ke anak muda 18 tahun, Mr. Philosophy berharap akan mengubah permainan anak buahnya menjadi lebih baik, nyatanya tidak. 3-0 mereka kalah. Telak! Dan #VanGaalOut kembali berkumandang di semua sosial media. Karena bentakan Van Gaal kepada bocah 18 tahun (benda 1), memberikan reaksi yang sama persis seperti hukum Newton 3. Reaksi dr para pemain senior United yang langsung menghadap petinggi United untuk meminta the Special One season depan. Well, your mistake Mr. Philosophy, remember you’re not Fergie.

3 hukum newton dan 2 manager yang memiliki nasib bertolak. Klopp dengan Liverpool nya, dengan didukung beberapa pemain baru akan menjadi tim yang meramaikan papan atas season depan. Bukan tidak mungkin 1-2 tahun dapat menjuarai premier league yang diidam-idamkan legenda mereka, Steven Gerrard.

Van Gaal lebih baik pergi setelah season ini berakhir. Semua sudah salah dari awal. Tidak perlu dijelaskan apa, semua orang pun tau, di maria, Chicarito, kagawa, Cleverley, RVP, lebih baik permainannya di klub baru masing-masing. Jika tetap dipertahankan 1 season lagi (sesuai kontrak Van Gaal), mungkin United akan tenggelam terlalu dalam dan menjadi Liverpool sebelum era Klopp. United butuh manager yang seperti klopp, berambisi. Bukan manager yang sedang mengumpulkan gaji besar yang diterima dari tim terkaya untuk masa pensiunnya. Van Gaal lebih baik pergi saat season ini berakhir dan menikmati masa pensiunnya.

Semoga dia menyesal dengan karirnya di Manchester United dan menyalahkan Murphy’s Law.

What a cunt!

Bukan Sekedar Harapan biasa

Berharap mungkin bagi seseorang yg optimis merupakan sesuatu yang membuat mereka termotivasi, tapi bagaimana dengan mereka yang telah dikecewakan oleh harapan mereka sendiri?

Kesempatan kedua? Mungkin saja. Hasrat ingin merasa terpuas kan oleh harapan itu sendiri yang menjadi kekuatan sebuah harapan.

Harapan layaknya teori atom. Disatu sisi hasrat terpuaskan karena dapat dikembangkan untuk berbagai hal yang dapat mempermudah hidup manusia. Di sisi lain? Ketika teori tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingannya sendiri dan mengorbankan kehidupan orang banyak. 

Naif? Iya. Salah? Tidak.. Semua manusia yang hidup berhak melakukan apa saja yg mereka kamu. Salah atau benar kita kembalikan ke Tuhan.

Harapan itu kehadiran dalam hati.

Harapan itu rasa kesal.

Harapan ini rindu.

Harapan itu hasrat pemuas diri.

Harapan itu tidak untuk di nomor dua kan.

Harapan itu ada saat jam kerja dan sirna bersama tenggelamnya matahari.

Harapan itu muncul bersamaan dengan berkokoknya ayam di pagi hari.

Harapan itu terdengar dibalik suara kereta melintas.

Harapan itu janji yang terucap dan akhirnya dibuat lelah olehnya.

Harapan itu benar ada nya.

Harapan itu tidak bisa memikirkan diri sendiri.

Harapan itu kebosanan.

Harapan itu sabtu dan minggu yang hilang.

Harapan itu bukan dia atau mereka,

Harapan itu kamu.

Harapan itu kesempatan kedua dan

Harapan itu bukan untuk kembali dikecewakan..

✌️

Anak Orang “Kaya” yang Tetap “Kaya”

Sebelum mulai, baiknya kita luruskan dulu pengertian kaya disini. kaya pada judul ini bukan berarti kaya sesuai pengertian saya, tapi kaya pada materi. Mengerti? Kalau belum, silakan kalian baca dari atas lagi sampai mengerti. Sudah? Mengerti? Oke, saya lanjut ke paragraf berikutnya.

“Yaelah bro, modal ngabisin duit bokap nye aje belagu doi”,

sering dengar kalimat sinis seperti itu? Apa? Belum pernah? Artinya kalian kurang bersosialisasi. Coba lah beberapa kali ke coffee house atau beer house untuk berbincang dengan sahabat atau teman2 kalian. Jangan hanya di depan komputer saja. Hidup itu ga cuma di depan komputer. Buat yang belum pernah, lebih baik jangan lanjutkan bacanya karena selain pola pikir kalian ga akan sampai ke topik ini, saya yakin setelah selesai baca artikel ini, akan ada komentar sinis keluar dari anda untuk artikel ini. Yang sering mendengar ungkapan sinis di atas tadi, silakan lanjut ke paragraf berikutnya.

Rezeki manusia itu berbeda. Sama seperti keberuntungan. Ada yang harus bekerja keras siang dan malam untuk mengaisnya. Ada pula yang hanya duduk di pinggir jalan mendangakan tangan untuk meminta materi. Ada juga yang mengalir lewat tangan orang tua dan tidak jarang juga materi tersebut mengalir lewat om-om berperut besar.

Oke saya tidak akan membahas om-om berperut besar ini. Anak orang kaya. Terlihat memang sangat mudah hidupnya. Mau melamar pacarnya di tempat mewah tinggal bilang orang tua. Mau menikah di tempat paling kece di kota besar pun mudah. Mau party setiap hari gampang. Membawa mobil bagus, berbelanja barang brand top dunia, mengandeng wanita cantik pun bisa dilakukan dengan mudah. Seberuntung itu hidupnya. Benarkah?

Life is not that easy. Remember? Ya, mereka yang tidak seberuntung itu pun akan berkata

” modal orang tua tajir aja  belagu ”

Belagu, tengil, angkuh. Wajar mereka seperti itu, mereka punya uang. Yang tidak wajar, ga punya uang belagu pula.

Ada beberapa hal yang orang tidak beruntung ini tidak tahu.

Pertama itu belagu.
Oke artinya dia berani dan menjadi circle of Attention dari teman-temannya. Yang artinya sifat seperti itu nantinya akan sangat berguna buat dirinya sendiri saat sudah dewasa.

Kedua, kasih sayang orang tua kepada anak itu tanpa batas.
Kalian pikir, orang tua anak tersebut akan dengan bodohnya membiarkan anaknya hanya menghabiskan materi orang tua begitu saja? Kalau masih berpikir seperti itu berarti kalian lebih dari bodoh. Orang tua yang kaya ini memiliki sesuatu yang kalian tidak mengerti mengapa mereka bisa kaya dan pasti akan menurunkan pengetahuannya ke anak yang terus menggerogoti materi orang tuanya. Hanya masalah waktu yang membuat anak berpikir untuk mulai menatap ke depan dan melanjutkan kejayaan orang tua nya. Like father like son. Remember?

Itulah mengapa banyak anak orang kaya yang menjadi kaya atau lebih kaya dari orang tua nya.

Dan mereka yang tidak seberuntung itu, hanya bisa berkomentar sinis dan kembali hanya bisa diam menjalani hari-hari yang membosankan untuk mengejar penghasilan per bulan.

Masih berpikir anak orang kaya hanya sekedar “anak orang kaya”?

Jika iya, kalian lebih lucu daripada monyet sirkus..

~~

Bukan hanya sekedar Ruang Ganti

“Bruk”, pukulan bang Rano ke pintu ruang ini.
“apa-apaan kalian? Sampah!! Kalian pikir, bisa menang dengan cara seperti tadi?”, Teriak bang Rano menggebu-gebu.

Kami semua tertunduk diam tanpa kata. Suasana sangat hening, bahkan tetesan keringat kami pun terdengar saat mencapai lantai.

“Mereka cuma bermain 10 orang dan para kumpulan monyet terlatih bisa bermain lebih baik dari ini! Mau kalian saya ganti dengan monyet-monyet itu tahun depan??” Teriak kasar bang Rano.

“Maaf bang, tapi tanpa Terra, tidak ada yang mengalirkan bola dari belakang ke depan” dengan suara kecil, Sinna menjawab amarah bang Rano.

Dihampiri lah Sinna oleh bang Rano. Dikepal baju Sinna di bagian dada dan kemudian diangkat ke atas.

“Kalian ini adalah pemain-pemain terpilih di negeri ini, anak-anak terbaik dengan skill, fisik, dan individu terbaik. Jangan karena satu orang absen, kalian tidak tahu cara untuk menang. Mengerti Sinna???” Dengan suara lantang, bang Rano membentak Sinna di depan mukanya.

“Me.. me.. me.. mengerti bang. Maaf” jawab Sinna lesu.

Bang Rano kembali ke tempat semula sebelum menghampiri Sinna tadi. Dia pun terdiam selamat 1 menit, dan kemudian kembali berkata,
“ini bukan tentang saya, juga bukan tentang kalian, apalagi tentang staf pelatih. Ini tentang negeri kita sendiri. Bukan kita para pemain dan staf pelatih yang akan dikenal bila kalian juara malam ini, tapi negeri ini!! Negeri ini yang akan mencoretkan tinta emas di catatan sejarah dunia!! Kota semua hanya penyambung, hanya perwakilan yang dianggap terbaik negeri ini. Ayolah jangan egois. Mungkin uang atau bonus yang akan kita terima malam ini bila menang bisa menjadi titik balik kehidupan kalian, tapi apalah arti uang yang akan habis digerus waktu. Mungkin pula nanti di masa tua kita tidak lagi dihargai seperti malam ini setelah juara, tapi apalagi yang bisa kita berikan ke negeri ini setelah kita semua menggerus kekayaan negeri ini sampai rusak? Luapankan rasa terima kasih kepada negeri kita sendiri di sisa pertandingan ini”

Terdiam, hening, mencekam setelah kata-kata bang Rano barusan. Terbakar emosi kami para pemain. Panas, panas hati kami mendengarnya untuk kembali memberikan yang terbaik di lapangan malam ini. Kami pun semua diajak berdiri oleh bang Rano.

“Langkah kan kaki kalian satu persatu kembali keluar sana. Busungkan dada kalian, tunjukan rasa bangga atas negeri ini, rasa haus kemenangan, dan rasa optimis tinggi untuk malam ini. Rebut 1 gol yang tadi mereka ambil. Tim ini pasti bisa jadi juara malam ini, karena kita tim terbaik negeri ini!!”

Gemuruh mulai terdengar diruangan kami. Suasana yang mencekam tadi menjadi riuh semangat dengan emosi tinggi yang membara.

Masuklah seseorang bernama Lexi, dia salah satu staf pelatih kami.
“Baiklah, sekarang dengarkan baik-baik, saya akan menjelaskan seperti apa kalian harus bermain di babak kedua” kata Lexi dengan penuh senyum optimis.

~~