Kejar terus nye*t.. pepet sampe dapet!!

Setelah pulang kuliah, meluncur lah gw ke lapangan seberang komplek.. ya ga seberang2 banget.. agak jauh.. wasit sewaan pun udah di lokasi, nunggu kedua tim siap2 buat sparing.. tim gw sampe lebih awal 10 menit dr tim lawan. Setelah menunggu 10 menit, dari kejauhan terlihat serombongan sepeda motor menuju ke lapangan.

“Whaaaat? Mereka bawa sekampung, bawa tiker sama tenda pula.. mau sparing apa mau kemping?”

Itu reaksi sahabat gw ngeliat kelakuan anak kampung sebelah yang notaben nya mereka adalah lawan sparing kami.. gw dan anak2 minta buat tunggu lagi 15 menit karena pemain yang lain belum dateng.

Setelah 15 menit, ga ada yang nongol juga. Akhirnya persiapan sparing pun dimulai. Melihat pemain gw cuma 6 orang, tim lawan minta naikin jumlah taruhan jadi 2x lipat. Ya ngeliat materi pemain ga cukup, gw nolak. Akhirnya tetap di angka yang udah disepakati.

Dimulai lah pertandingan. Bising. Dukungan tim lawan dengan teriak2annya lumayan membuat bising lapangan. Bukan hanya pemain saja yang lengkap, tapi suporter pun banyak. Anak2 nyebut nya bawa orang sekampung.

Benar saja, permainan mereka kendalikan. Kami dikurung habis-habisan. Ya singkat cerita, tim gw menang juga pada akhirnya dengan susah payah.

Setelah kejadian itu, tim ini mengikuti banyak kompetisi disekitar jabodetabek. Cacian, makian, dan amarah antar pemain satu tim sudah menjadi hal biasa. Kalah, menang pun jadi memori yang agak susah dilupain.

Semua berubah ketika kami semua sudah mulai beranjak dewasa, dengan tanggung jawab dan persoalan hidup masing2.

Dimulai dengan salah satu sahabat gw yang nikah, dan disusul dengan sahabat2 yang lain. Mereka yang belum menikah, pun mulai bekerja, mengejar penghasilan untuk tagihan, cicilan, kebutuhan sehari2 atau untuk pendidikan anak2nya.

Ya, mereka pergi satu persatu. Mereka mengejar cita-cita, harapan, gaya hidup, kebutuhan, bahkan mengejar akhirat. Mereka mulai menghilang dari peredaran. Fokus mereka pun telah berubah. Bukan sebagai anak remaja yang menyukai adrenalin, kebersamaan menghabiskan waktu bersama. Prioritas mereka telah berubah.

Mungkin sepenggal cerita di atas hanya akan dikenang seperti yang gw tulis sekarang. Mungkin masa-masa tadi hanya bisa kita ceritakan saat kita bertemu di waktu yang sangat sulit diluangkan.

Tidak apa2 sahabat. Kejar semua mimpi, cita2 dan harapan kalian. Gw disini mendoakan yang terbaik. Terima kasih sahabat atas kenangannya.

“Kejar terus nyet!! Pepet terus sampe dapet!! Jangan nyerah!! Gw ikut bangga dengan kebaikan dan kebahagiaan apapun yang kalian raih”

image

Advertisements

Early (,) Sorry!

Maafkan selalu merepotkan orang tua mu.

Berbaktilah nak kepada mereka..
Tirulah kehidupan mereka..
Sayangilah mereka sampai akhir hayat..
Jaga mereka di masa tuanya..
Dengarkanlah semua nasihat mereka, pahami, lakukan yang menurutNYA baik..
Sayangilah Tuhan mu dan semua utusanNYA..
Tidurlah dengan nyenyak kelak..
Makanlah dengan rasa syukur..
Jalanilah kehidupan dengan Al quran dan hadist sebagai pedoman..

Jadi anak baik ya nak..

Dimanapun dan kapanpun kmu melangkah untuk mengejar cita-citamu, aku disini mendoakan, mendukung, dan akan selalu membantumu bila diperlukan.

Love you E..

:*

Merdeka!

Selamat hari kemerdekaan Indonesia tahun ke 69..

Ya, begitu menurut buku sejarah anak sekolah dasar dan media berita.

17 Agustus 1945.. 69 tahun yang lalu putra putri Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsa ini. Tapi apa bangsa ini benar-benar merdeka?
Tidak lama setelah itu, sekutu yang (katanya) diboncengi berusaha menguasai.. agresi militer satu dan dua.. sampai berpindah ibukota karena jayakarta telah dikuasai asing.

Merdeka apanya?

Butuh beberapa kali perjanjian seperti linggarjati sampai meja bundar.. dan itu pun masih diganggu dengan isu papua barat (bahkan sampai sekarang)..

Setelah gangguan asing mulai padam, isu PKI pun meningkat.. kali ini gangguan dari pihak dalam. Terlepas siapa yang menjadi dalang, perasaan takut karena pembantaian tetap tidak bisa dibilang sebuah kemerdekaan.

Pemberontakan selesai, kemudian Orde baru muncul.. kalian merasa merdeka di jaman itu? Tanyakanlah sendiri kepada orang tua kalian yang hidup di jaman itu.

Rakyat mulai lelah dengan orde baru, terjadi kerusuhan mei 1998.. lagi2, rasa takut, tidak nyaman bukan sebuah kemerdekaan.

Sekarang pemilihan presiden yang hanya 2 calon menimbulkan rasa tidak aman dan siaga..

Merdeka apanya?

Tidak, saya tidak akan membahas sejarah kali ini. Sudah cukup guru kalian di sekolah dan media-media dengan segala “maksud” telah menjelaskan kepada kalian sejarah bangsa ini.

Apa pengertian merdeka? Buat saya merdeka itu bebas dari perasaan takut, cemas, emosi, dapat mengapresiasikan diri sendiri, tidak ketergantungan, dan dapat berkarya.

Ya pengertian merdeka memang berbeda setiap manusia.

Tapi coba tanyakan kembali ke diri kalian sendiri. Apakah kalian telah merdeka sebagai individu?

Berapa banyak kenalan anda yang takut akan kehilangan? Baik harta atau lainnya..

Berapa banyak kenalan anda yang harus menghabiskan waktu 12-14 jam untuk bekerja untuk kebutuhan hidup?

Berapa banyak kenalan anda yang khawatir dengan apa yang akan mereka lakukan besok untuk memenuhi kebutuhan?

Berapa banyak kenalan anda yang sangat cemas karena terlilit tagihan yang jatuh tempo?

Berapa banyak kenalan anda yang kesal bangun di pagi hari karena harus kembali bekerja?

Tanyakan sekali lagi ke diri anda.

Apa saya sudah merdeka?

~~~

Takdir..

“Mungkin memang takdir lo begitu”

Candaan waktu kecil yang masih dianggap sepele waktu itu.

Takdir memang misteri.. saya tidak pandai dalam hal agama, tapi apabila salah, tolong dikoreksi.

Di agama saya diwajibkan untuk mempercaya takdir yang telah ditentukan Allah swt sejak nyawa dihembuskan ke raga manusia.

Jika memang ditakdirkan begelimang harta, ya bagaimana prosesnya, kalian tetap bergelimang harta saat dewasa. Kira2 begitu lah pengertian takdir menurut saya yg tidak pandai dalam hal agama.

Bagaimana dengan yang ditakdirkan menjadi penyakitan dan harta yang “berkecukupan” (saya sebut seperti itu krn di agama saya hanya ada kaya dan berkecukupan harta) ?

Sekeras apapun berusaha, tetap akan penyakitan dan berkecukupan?

Akan tetap seperti itu karena telah ditakdirkan begitu?

Adil kah?
Bagaimana dengan konsep ikhtiar?

Ah siapa saya menanyakan sebuah keadilan..
Ikhtiar? Nanti saja saya tulis judul baru untuk membahas itu..

Hidup akan lebih sederhana apabila kalian ditakdirkan mencari upah untuk mempertahankan hidup diri kalian sendiri.

Tapi bagaimana dengan yang ditakdirkan mencari upah untuk mempertahankan hidup orang tua dan saudara kandung kalian?

Frustasi, air mata, keringat, kebahagiaan pasti akan berbeda dengan diantara kedua orang dengan situasi yg saya jelaskan diatas.

Atau mungkin salah satu dari kedua orang tersebut memang telah ditakdirkan surga?

Nikmat mana lagi yang kau dustakan bila kau memang ditakdirkan surga..

Kita kesampingkan surga..

Tanpa surga, apakah kalian masih ingin berjuang mencari upah untuk mempertahankan hidup orang tua dan saudara kandung kalian?

Jika tidak, kita memang benar2 telah dekat sekali dengan kehancuran kehidupan duniawi..

~~~

Titik Didih

“Manusia lain sih kerja buat masa depan sama dinikmati sendiri.. lah ini buat tutup tagihan.. dan bukan buat dinikmati sendiri pula.. yg menikmati jg ga tau dirinya luar biasa,, anjing ga? Anjing sih setia.. ini lebih hina dr anjing” -anak adam, 24 Tahun yg lagi kesel2nya..-

Your dream is my command..

Semua orang punya mimpi..
Sahabat gw yg tinggal di kota seberang, ingin punya sebuah restoran,
Teman gw satu lagi, ingin mempunyai kavling yang nantinya akan dikontrakan,
Sahabat gw yg lain lagi, hanya ingin bisa anaknya sekolah sampai perguruan tinggi.

Ironis bukan, disaat yang satu ingin mempunyai restoran dan kavling, yang satu lagi hanya ingin anaknya sekolah.
Tapi bukan itu intinya.. hidup memang tidak adil.. bahkan patokan adil itu seperti apa saja gw ga tau.. atau mungkin Tuhan mau menjelaskan secara langsung kepada saya? Hehehe

Sampai dimana mereka sekarang? Sudah dimana sahabat2 gw itu dalam mengejar mimpinya?
Seperempat jalan kah? Setengah jalan? Atau belum memulai sama sekali?
Ah sejauh apapun mereka dari mimpi mereka, mereka pasti bisa mendapatkannya. Sahabat-sahabat gw itu orang hebat.

Apa kabarnya dengan gw sendiri? Ha ha ha..
I don’t even have it.. I used to have it, but I couldn’t reach it..

Dissapointed
Frustated
Sad
Angry

Those feeling make me sick..

Dream would bring you to expectation, and expectation would kill you..

I won’t never felt it again..

And now, all that I do is for my family. Who is my family? Everyone who never turned back on me in every condition.. never..

Gw ga sama seperti orang2 yang bermimpi untuk dirinya sendiri.. gw bermimpi untuk mereka.. keluarga.. melihat mereka sukses, bangga dan tersenyum karena gw itu sudah cukup membuat hidup gw ini jadi lebih berarti..

:)))